Friday

Puncak Kemapanan Hidup di Usia Emas Anda


Sebenarnya cuplikan film di atas "SAYS IT ALL" tapi saya coba berikan tambahan iinformasi yang saya harap bisa membantu

Usia Pensiun bisa menjadi lebih baik jika kita bisa menyisihkan pendapatan yang kita peroleh selama usia produktif. Ada banyak cara untuk menyisihkan pendapatan kita salah satunya dengan program pensiun ini, di mana nanti di usia pilihan 40, 45, 50, 55 atau 60 anda bisa memperoleh Dana tertentu dapat digunakan untuk melanjutkan kehidupan di masa pensiun, bisa untuk mulai usaha atau dana untuk memulai liburan.
 
Segera rencanakan Hari Tua anda yang PASTI akan datang.
Jika ada pertanyaan jgn ragu untuk kirim email ke asuransikandirianda@gmail.com

Wednesday

Sudah cukupkah perlindungan Saya??

Saya yakin kalo sudah mulai banyak warga indonesia yang sudah melek Asuransi, paling tidak tau apa fungsi asuransi.
Dan saya yakin rekan rekan semua sudah banyak yg memiliki asuransi, akan tetapi di sini saya mau memastikan anda tahu berapa nilai anda yang harus anda lindungi.
Ok saya sudah punya asuransi dari PT A, PT B atau Unit link dari PT P, intinya itu bagus artinya anda suda aware akan manfaat asuransi.
Sekarang mari kita cek. Mulai dari:
1. Hitung pengeluaran anda sebulan (listrik, makan, berobat, baju, ongkos, dll) di mana pengeluaran itu adalah rutin
2. Kalikan dengan 12 (asumsi 1 th) maka akan keluar nilai Pengeluaran anda pertahun.
3. Kalikan dengan 20 (asumsi bunga deposito adalah 5% per th) maka akan keluar nominal perlindungan minimum yang harus anda miliki, dengan kata lain jika anda memiliki Nominal tersebut sebagai Deposito suatu bank di mana jika bunganya 5% maka anda cukup duduk manis, memakai sarung, siram siram tanaman di halaman uang tetap masuk sesuai dengan pengeluaran anda setahun.
Nah sekarang apakah anda sudah memiliki Nominal tersebut? apa dampaknya jika:
1 Anda belum memiliki nilai tersebut. Jika nanti anda terkena resiko meninggal dunia atau ketidakmapuan total makan Suami atau Istri anda yang mengantikan posisi anda akan kekurangan Nominal diatas, yang di mana sebenarnya anda gunakan sbg biaya sehari hari, dan akibatnya bisa fatal, seperti.
- Aset dijual
- Anak putus sekolah
- Hutang sana sini
- Istri mencari kerja lebih keras lagi untuk menutupi kekurangan
- Anak anak terlantar karena tidak ada yang mengawasi , dan ini dampak terburuk mengingat pergaulan jaman sekarang yang mengkawatirkan.
2. Saya sudah punya perlindungan namun belum sesuai dengan Perlindungan Minimum di atas. Maka segeralah isi kekurangan anda, karena kembali jika anda terkena resiko maka keluarga anda akan mengurangi biaya hidup sedemikia rupa agar kehidupan tetap bisa berjalan. Jika Perlindungan Minimum anda adalah Rp 2M dan anda hanya memiliki perlindungan dari asuransi anda punya sebesar Rp 500 Juta maka segera cari asuransi lain untuk mengisi Rp 1,5 M sbg Up.
Anda bisa gunakan term Life untuk Premi yang lebih murah atau asuransi traditional lainnya.
Lakukan juga hal yg sama untuk pendidikan anak anda, pensiun anda dan pastikan anda memiliki asuransi kesehatan terutama setelah usia pensiun.
Ingat kalo setelah usia pensiun jarang perusahaan yang memberikan dan penyakit banyak berdatangan ketika kita sudah berumur. Persiapkan segala sesuatunya saat ini ketikan tubuh kita masih produktif dan sehat agar kita memiliki hari tua yang menyenangkan.

Bagaimana Pensiun Saya nanti?


Masa Pensiun merupakan masa yang ditunggu tunggu oleh banyak orang terutama mereka yang sudah bekerja keras di masa produktifnya. Tetapi memiliki masa pensiun yang meyenangkan tidak semudah yang di bayangkan, membutuhkan perencanaan dan baik dan matang serta disiplin dan evaluasi terus menerus. Banyak yang ketika sudah mencapai masa pensiun belum siap karena kurangnya dana atau tidak tahu harus berbuat apa di masa pensiunnya.
Dana pensiun sendiri memiliki definisi "Dana yang dialokasikan untuk diinvestasikan agar supaya pada masa memasuki usia pensiun kebutuhan hidup bisa terpenuhi" Jadi untuk anda yang sekarang masih usia produktif dan menghambur hamburkan uang atau tidak pernah terfikir untuk merencanakan dana pensiunnya, Anda akan menyesal.
Diperlukan pengorbanan yang setimpal untuk bisa memiliki masa pensiun yang menyenagkan, coba anda pikirkan hal berikut ini. Jika anda berusia 22 dan berinvestasi hingga 55 th dan anda berinvestasi sebesar Rp 200.000 setiap bulan dengan mendapatkan rata rata bunga 10% per th, anda akan memiliki dana pensium berkisar Rp 450.000.000. Namun jika anda tunda hingga usia 35 th dengan investasi yang sama, anda akan meiliki Rp 150.000.000, apalagi jika memulai di usia 45 th uang pensiun anda Rp 40.000.000 saja.
Anda memerlukan perencanaan pensiun yang baik di karenakan:
  1. Kebutuhan semakin bertambah dan harga semakin meningkat
  2. Usia hidup manusia (masyarakat Indonesia) lebih panjang dari saat ini
  3. Semakin bertambah usia semakin rentan menghadapi penyakit
  4. Adanya sikap tidak mau bergantung kepada orang lain.
Pensiun memiliki beberapa tahapan:
  • Tahapan Pertama
    Tahapan ini disebut sebagai tahapan transit, yaitu masa di mana anda baru saja pensiun, sebagian ada yang merasa bahagia karena mereka memang menunggu masa ini akan tetapi juga banyak yang bersedih karena belum ingin berhenti bekerja dikarenakan belum memiliki dana pensiun yang cukup. Masa masa ini juga sangat kritis hampir semua orang akan kehilangan aktivitas rutin, belum lagi kehilangan kekuasaan dan juga penghasilan inilah yang disebut post power syndrome. Bagi yang tidak berhasil melewati tahapan ini biasanya mulai merasakan ada yang tidak beres dalam hidup mereka, biasanya terefleksi pada kondisi kesehatan yang mulai menurun atau bisa berakibat Stroke.
  • Tahapan Kedua
    Pada tahapan ini anda akan mulai dapat mewujudkan aktifitas yang sebelumnya tidak dapat anda lakukan, Anda bisa memulai usaha baru sebagai konsultan atau bekerja suka rela di berbagai pekerjaan sosial atau agama. Apabila anda sudah merencanakan masa pensiun yang baik anda akan dapat menikmati dengan berjalan jalan keliling dunia atau hal sederhan yang tidak memerlukan biaya besar pun dapat dilakukan seperti bermain dengan cucu, melakukan hobi baru atau hal yg paling sederhana yaitu membaca.
  • Tahapan Ketiga
    Pada masa ini anda sudah tidak seaktif sebelumnya. Anda hanya mungkin melakukan kegiatan di sekitar rumah atau lingkungan sekitar anda. Pada masa ini biasanya hanya menghabiskan waktu bersama cucu cucu anda, anda akan menjaga makanan, melakukan diet ketat dan mencoba olah raga ringan. Atau yang banyak juga dilakukan adalah lebih mendekatkan diri anda ke Tuhan.
  • Tahapan Keempat
    Masa masa bahagia selama menikmati masa pensiun akan bertahan hingga usia dan kesehatan anda sudah tidak lagi kuat menunjang fisik anda. Anda mungkin sudah tidak banyak melakukan aktifitas dan memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan aktifitas. Pada masa ini anda akan banyak mengingat masa masa ketika anda masih muda dan perjalanan hidup anda selama ini dan berbagi cerita kepada yang muda. Pada masa ini anda akan merasakan bahwa hidup anda telah terpenuhi secara total dan anda pun siap apabila sewaktu waktu “dipanggil’ menghadap Yang Maha Kuasa.
Oleh karena itu segeralah rencanakan Hari Tua anda, Jika ada pertanyaan jangan sungkan hubungi saya di email asuransikandirianda@gmail.com atau hub 08176083000

Beli Asuransi Jiwa yang seperti apa?

Di salah satu buku yang bertopik asuransi "Making the Most of Your Money" tertulis kurang lebih seperti berikut. "Kebanyakan orang beranggapan perlindungan yang terbaik untuk membayar hutang dan cicilan adalah term insurance .

Lebih murah dan simple. Asuransi term life membayar semua hutang hutang dan cicilan jika anda meninggal, hanya itu (jika anda memiliki UP yang tepat), tidak ada embel embel, tidak ada permainan pajak, naik turun investasi,resiko pasar modal, hanya sejumlah uang yg cukup besar yang akan diberikan ke orang orang yang bergantung kepada anda"

 Jika ada yang mengatakan kalo "Premi Term life hangus karena tidak ada uang yang dapat anda ambil di akhir perlindungan" SANGAT SALAH jika anda beranggapan seperti itu. Anda memiliki perlindungan yang maksimal dan itulah yang anda bayar. Apakah anda merasa sia sia jika membayar asuransi rumah sekian lama dan rumah anda belum juga terbakar?


Banyak dari para pakar keuangan yang akan mereferensikan term life insurance dan mereka akan mengatakan untuk tidak menjadikan asuransi jiwa sebagai investasi.

MANAJEMEN RESIKO DALAM HIDUP KAITAN DENGAN KEUANGAN KELUARGA

Dalam kehidupan sering kita merasakan ataupun melihat senangnya menjadi orang kaya, menjadi orang yang mempunyai jabatan tinggi ataupun membayangkan diri kita mempunyai segalanya seperti tetangga, teman ataupun orang yang telah sukses. Sebenarnya apa yang kita lihat adalah masa sekarang masa dimana kita masih mempunyai potensi untuk menghasilkan sehingga tidak salahnya kita mempunyai acuan dalam kehidupan, namun pernahkah kita melihat orang yang tadinya kaya, punya jabatan, sehat, dan punya segalanya jatuh karena mereka tidak bisa atau tidak tahu bagaimana mengatur keuangan mereka.
Jadi bagaimana sebenarnya kita dan apa yang harus kita lakukan, konsep dasarnya adalah capailah tujuan anda selagi mempunyai potensi dan buatlah perencanaan keuangan yang baik agar dimasa-masa resiko datang anda telah mempersiapkan segalanya.
Apa saja yang termasuk dalam resiko dalam kehidupan, sebenarnya resiko tersebut sudah sering kita dengar dan kita paham betul namun karena kita selalu menilai uang sekarang lebih berarti daripada yang akan datang, kita selalu ingin menikmati uang yang kita peroleh itu sekarang tanpa memperhitungkan masa-masa yang akan datang yang mungkin resiko akan datang.
Mari kita lihat lagi dan kita renungkan resiko-resiko yang pernah kita ketahui;
  1. Meninggal dunia, resiko yang tidak akan pernah kita ketahui kapan akan terjadi
  2. Kecelakaan, resiko yang sama dengan point 1, dimana hanya Tuhan yang mengetahui Nya.
  3. Sakit, resiko ini bisa kita deteksi dg merasakan suhu tubuh kita ataupun anggota tubuh yg kita rasakan.
  4. Cacat, resiko ini akibat dari kecelakaan ataupun sakit
  5. PHK, ini resiko yang mempunyai 2 arti, yang pertama jika kita diberhentikan oleh perusahaan dimana kita bekerja dikarenakan perusahaan bangkrut ataupun karena kondite kerja kita yg tidak baik ( yg lebih parah jika atasan tidak suka sama kita....yg membuat kita utk keluar) ataupun yang kedua, kita yang keluar dari perusahaan karena mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau mencoba menjadi pengusaha.
  6. Pensiun, resiko yang dapat diprediksi waktunya sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku, pada umumnya antara 55-68, kecuali pensiun dini yang ditawarkan perusahaan dimulai usia 40 sampai menjelang pensiun normal.
Benar bukan resiko diatas pernah dan mungkin sering kita dengar, bagaimana menghindari resiko tersebut ? jawabanya “ TIDAK BISA” , resiko tersebut tidak bisa dihindari namun bisa kita minimalisir terutama dalam perencanaan keuangan keluarga kita. Dan biasanya kita takut jika berhadapan dengan seorang Pengelola keuangan ( takut disuruh beli....), seorang pengelola keuangan yang baik adalah seorang yang membantu kita dalam membuat dan merancang keuangan keluarga kita demi masa depan keluarga kita. Urusan akan kita ambil atau tidaknya manfaat tersebut tergantung dari kacamata kita dalam melihat kehidupan kita dalam menghadapi resiko diatas. Beberapa contoh yang coba saya berikan kapan sebenarnya kebutuhan itu timbul,
  1. Di saat kita akan mensekolahkan anak kita, biasanya yang kita lakukan jika kita tidak melakukan perencanaan keuangan adalah kita mulai kasak kusuk mencari pinjaman dimulai dari teman, saudara ataupun meminjam KTA ( kredit tanpa anggunan) ke Bank dan koperasi perusahaan, dan ada juga yang sampai menjual harta bendanya coba kita bayangkan berapa mahalnya uang masuk sekolah saat ini dimulai dari TK sampai universitas, saat ini saja kebutuhan seseorang dalam membiayai anak untuk menyelesaikan diperguruan tinggi negeri saja sudah mencapai 50 juta rupiah ?? bagaimana dengan 5 tahun kedepan.
  2. Sakit, jika kita atau keluarga kita sakit, pada saat masih bekerja memang masih menjadi tanggungan perusahaan, tapi bayangkan jika pada saat kita tidak bekerja karena kena PHK ataupun karena kita PENSIUN ?? sering dan banyak terjadi penyakit datang di saat kita pensiun ?? apakah pernah terpikirkan oleh kita, bagaimana membiayai perawatan kesehatan anda setelah pensiun, dan kita juga mengetahui betapa mahalnya biaya perwatan di rumah sakit, untuk biaya suatu operasi ringan saja sudah memakan biaya Rp. 15 juta, bagaimana dengan biaya ditahun-tahun yang akan datang, pernahkah anda tahu jika biaya kesehatan dan obat2an kenaikannya melebihi dari inflasi.
  3. Pensiun, pernahkah anda bertanya pada bagian HRD, berapa jumlah uang yang akan anda terima jika anda pensiun ?? dan pernah anda menghitung kira2 jika anda pensiun nanti berapa banyak kebutuhan yang harus kita persiapkan? Masih berapa tanggungan yang harus kita biayai sampai dengan kita telah pensiun ( biasanya masih ada 1 sampai 2 anak yang masih harus kita biayai ). Perhitungan yang mudah anda dapat melihat diperaturan tenaga kerja yaitu UU no. 13 th 2003. Dan mungkin yang anda harus tanyakan juga apakah perusahaan tempat kita bekerja telah mencadangkan uang untuk pensiun kita atau sebagai uang pesangon kita sesuai dengan ketentuan Pedoman standard akuntansi ( PSAK 23 ), karena bisa saja tempat kita bekerja mengalami resiko kebangkrutan dan tidak dapat membayarkan pesangon atas diri kita.
  4. Cacat, resiko ini bisa disebabkan karena kecelakaan ataupun karena sakit ( stroke ), resiko ini pun ada dalam ketentuan perusahaan dan ketentuan pemerintah ( UUTK 13/2003 ), intinya selama kecacatan tersebut tidak mempengaruhi dan masih dapat bekerja akan terus di pakai oleh perusahaan, namun jika sudah permanent dan melebihi dari 3 bulan sakit mungkin kita akan diminta untuk mengundurkan diri, coba bayangkan siapa yang akan membiayai kehidupan keluarga kita jika kitalah sebagai pencari nafkah tunggal
Apa yang harus kita lakukan saat ini ;
  1. Mulailah menyisihkan sebagian dari pendapatan kita kedalam beberapa jenis investasi ( Bank, emas, saham, dan Asuransi ), hindari janji-janji investasi yang memberikan hasil atau bunga begitu besar
  2. Mulailah membuka wacana baru dengan memulai suatu usaha sebagai persiapan pensiun ( kita dapat bekerjasama dengan pasangan hidup kita untuk menjalaninya ) karena kebanyakan dari kita memulai usaha pada saat setelah ataupun menjelang akan pensiun, hal ini mengakibatkan kegagalan karena sebagian besar dari kita hanya bekerja dibelakang meja yang sedikit paham akan peluang usaha ( 70 % menjadi bangkrut )
Mulai darimanakah kita berinvestasi ;
  1. Hitunglah berapa jumlah aset kita yang kita miliki jika terjadi resiko kepada diri kita, setelah itu mulailah berfikir untuk berinvestasi ( jangan berinvestasi pada suatu aset yang susah untuk dijual / kurang likuid jika kita membutuhkan sewaktu2 ), jenis investasi ;
    1. Bank, perlu diketahui bank memang tempat berinvestasi yang sangat sering kita jumpai namun jika saldo anda kurang dari 6 juta maka dana kita akan berkurang, karena ada unsur biaya dan pajak atas bunga dalam perbankan. Berinvestasilah pada dunia perbankan hanya untuk dana emergency saja. Dan karena bank mempunyai fasilitas ATM sehingga sangat konsumtif, kita sering melirik dan tergiur untuk menggunakannya.
    2. Asuransi, sebenarnya asuransi adalah tempat yang tepat untuk meminimalisasi atas resiko- resiko diatas, karena dalam asuransi terdapat unsur proteksi atas jiwa dan tabungan, kita ambil contoh;
i. Asuransi jiwa, asuransi ini asuransi yang mengcover perlindungan atas jiwa apabila terjadi resiko meninggal dunia, tujuannya adalah sebagai tambahan aset keluarga anda, contoh jika ikut asuransi jiwa umur 28 tahun dengan iuran pertahunnya 3 jutaan, maka jika terjadi sesuatu keluarga akan mendapatkan 1 Milyar rupiah.
ii. Asuransi Pendidikan Anak, dalam hal ini asuransi akan membiayai pendidikan anak kita sesuai waktu yang telah kita tentukan, ada atau tidaknya kita dalam kehidupan keluarga, asuransi pendidikan ini akan tetap berjalan dan membiayai anak kita sampai selesai pendidikan terakhirnya ( Universitas )
iii. Asuransi Kesehatan, asuransi yang mengganti biaya perawatan atas Rumah sakit, kadangkala kita tidak mau mengambil program ini karena merasa sudah dibayai oleh perusahaan, namun jika kita baru membeli asuransi kesehatan pada usia setelah pensiun, perusahaan asuransi kemungkinan tidak mau mengcover atau membiayai karena faktor usia kita yang identik dengan resiko atas terkena penyakit, jikapun ada pastinya premi yang dibayarkan sangat tinggi, padahal sekarang perusahaan asuransi akan membiayai kita apabila kita telah di biayai oleh perusahaan ( double cover dengan melampirkan copy atau bukti atas biaya perawatan yang di endorse oleh rumah sakit )
iv. Asuransi Tabungan, ini adalah asuransi yang mempunyai unsur tabungan dan proteksi atas jiwa, dimana jika kita masih sehat sesuai jangka waktu yang telah kita tentukan kepada pihak asuransi dana yang kita tabung dapat kita gunakan sesuai kebutuhan kita, ataupun jika dipertengahan program asuransi dana tersebut dapat juga kita ambil sebagian.
  1. Emas, saham dan obligasi, telitilah dalam memilih suatu perusahaan sekuritas atau pialang yang legal dan minim akan biaya administrasinya, berinvestasi disini sangat menarik karena memberikan keuntungan yang relatif besar namun berisiko tinggi jadi sesuaikanlah dengan profile diri anda dalam melakukan transaksi didunia ini.
  2. Rumah, Tanah dan Mobil, janganlah berinvestasi disini terlebih dahulu jika belum memiliki instrumen investasi diatas, jika kita memang sudah memiliki satu rumah, satu mobil namun belum memiliki instrumen investasi diatas tolong pikirkan kembali karena berinvestasi disini ada kemungkinan kurang likuid dan ada unsur depresiasi atas barang tersebut, ambil contoh kita dalam membeli rumah untuk disewa kita butuh perbaikan, kita akan membayar PBB dan iuran yang lainnya ataupun jika kita memiliki banyak mobil tentu harga mobil mempunyai penurunan harga yang sangat tinggi terutama untuk mobil-mobil eropa.
  3. Tabungan Pensiun / Dana Pensiun Lembaga Keuangan ( DPLK ) ataupun tabungan pesangon, mulailah meminta kepada perusahaan kita bekerja untuk memiliki program ini karena dengan adanya program ini perusahaan akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya iuran perusahaan dianggap sebagai pengurang pajak dan untuk diri kita sendiri menjadi aman karena kita mengetahui dengan pasti bahwasanya perusahaan telah mempunyai program pensiun untuk hari tua kita.
  1. Mulailah mencari peluang usaha atau bisnis yang sesuai dengan kita, namun jangan kita keluar dari pekerjaan sekarang sebelum benar-benar usaha tersebut menghasilkan, ajaklah pasangan hidup kita untuk dapat menjalankan usaha kita, dalam artian jika kita masih bekerja sehingga pasangan kita yang dapat menjalankannya atau jika terjadi resiko terhadap diri kita, pasangan hidup kita lah yang akan menjalankan. ( BERIKANLAH WACANA bagi pasangan hidup kita untuk dapat berpikir dan bersosialisasi, jangan biarkan mereka hanya dirumah saja karena kemungkinan terbesar jika terjadi resiko atas diri kita dan pasangan hidup kita tidak paham dalam berusaha dan bekerja maka rusaklah rencana hidup yang telah anda bayangkan untuk keluarga anda )
Dan terakhir sebagai penutup bahwasanya ada 3 hal yang tidak akan pernah “KEMBALI “
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan
Semoga menjadi renungan kita bersama dan menjadikan wacana bagi saya untuk dapat bertemu dengan Anda untuk membicarakan hal-hal diatas
 

Berapa Uang Pertanggungan yang cocok untuk saya??

Sering kali ada dua masalah besar yang dialami kebanyakan nasabah asuransi di Indonesia, yaitu over premi dan under insured. Yaitu premi yang mereka bayarkan untuk asuransi mereka kemahalan sementara perlindungan asuransi yang mereka dapatkan jauh di abwah kebutuhan mereka.
Untuk mengindari terjadinya kedua hal tersebut, sebelum membeli polis asuransi, tentukanlah besar uang perlindungan yang anda butuhkan. Ada tiga metode yang bisa digunakan yaitu nilai perlindungan berdasarkan nilai ekonomis/nyawa (human life value), nilai perlindungan berdasarkan penghasilan (income based value), nilai perlindungan dari survival (survival based value)
  1. Nilai Perlindungan berdasarkan Nilai Ekonomis/Nyawa (human life value) – memperhitungan total kebutuhan asuransi seseorang berdasarkan pada besar penghasilan bulanan atau pengeluaran bulanan dikalikan dengan lama kebutuhan asuransi tersebut. Dengan kata lain human life value menghitung besar harga nyawa atau nilai ekonomis dari seseorang yang harus dilindungi.
  2. Nilai perlindungan berdasarkan Penghasilan (Income Based Value)
    Metode ini dihitung berdasarkan kebutuhan bulanan yang diperlukan yang apabila dana tersebut di tempatkan ke instrumen bebas resiko dapat memberikan penghasilan bulanan yang cukup untuk menutupi kebutuhan bulanannya.
  3. Nilai Perlindungan dari Survival (Survival Based Value)
    Metode ini memperhitungan berapa besar kewajiban yang harus dibayar (dilindungi) beserta berapa besar kekurangan dari penghasilan (income) yang harus ditutupi sampai survival dapat kembali bekerja secara penuh. Penghasilan yang harus dipenuhi juga meliputi selisih dari penghasilan yang ditinggalkan (suami/istri)dikurangi biaya hidup kelak.
Contoh kasus
Sebuah keluarga memiliki 2 anak usia 3 dan 5 tahun. Bapak berusia 35 tahun dan bekerja di perusahaan swasta dengan penghasialn bersih sebesar Rp 10.000.000 per bulan. Istri adalah seorang ibu rumah tangga yang berusia 30 th yang baru setahun ini berhenti dari pekerjaan sebagai spesialis perawatan mesin kapal terbang Boeing 747 dengan penghasilan Rp 5.000.000 perbulan . Mereka memilki rumah sendiri (kredit nilai Rp 500.000.000) dengan sisa utang sebesar Rp 350.000.000 dengan cicilan sebesar Rp 2.000.000 perbulan. Kebutuhan hidup keluarga kecil ini sebesar Rp 5.000.000 perbulan dengan cicilan investasi dan premi asuransi sebesar Rp 3.000.000 perbulan. Mereka memiliki dana darurat (emergency funds)sebesar Rp 50.000.000
Sekarang kita hitung berapa besar perlindungan (uang perlindungan ) yang harus dimiliki oleh keluarga ini.
pekerjaan istri sangat spesifik dan tidak banyak tenaga ahli di bidang ini, sehingga akan sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaannya kembali dengan kemungkinan 10-20% kenaikan gaji karena sudah lebih dari 1 th berhenti bekerja atau memperoleh potensi penghasilan baru Rp 6.000.000 per bulan.
apabila suami meninggal dunia saat ini, yang harus dipantau antara lain:
Biaya hidup baru sebesar Rp 8.000.000(kurangi Rp 2.000.000 cicilan rumah telah dilunasi)
Income cicilan rumah Rp 350.000.000
Tambahan emergency funds Rp 70.000.000 (7 bulan tambahan biaya hidup)
tambahan kekurangan Rp 600.000.000 (2 jt x 12 bulan x 25 tahun)
Proteksi dibutuhkan Rp 1.020.000.000 (asumsi Rp 350.000.000, rumah lunas)
Nilai Pertanggungan Rp 670.000.000
Dengan menggunakan Human Live Value Uang pertanggungan yg harus dimiliki
Rp 10.000.000 x 12 bulan x 20tahun menuju pensiun = Rp 2.400.000.000
Dengan menggunakan Income Based Value (SBV)
Untuk menghasilkan Rp 10.000.000 perbulan dengan bunga 0.53% perbulan dibutuhkan sekitar
Rp 1.800.000.000
Dengan menggunakan Survival Based Value (SBV) dibutuhkan proteksi sebesar Rp 670.000.000
naah sekarang anda sudah bisa menentukan uang Pertanggunagan atau kebutuhan asuransi anda sendiri tanpa harus dihitung oleh agen asuransi.

Apakah anda Butuh Asuransi?

  1. 100% Fakta bahwa masih banyak orang di Indonesia yang belum merencanakan masa depan / masa pensiunnya dengan baik dan tepat, mereka hanya memikirkan keadaan dan kondisi sekarang saja.
  2. 100% Fakta bahwa semua orang yang bekerja sekarang ketika memasuki masa pensiun, masih tetap memerlukan uang untuk kehidupannya.
  3. 100% Fakta bahwa ketika ketika menabung dalam waktu tertentu, kita telah mengabaikan Keadaan dan Resiko-resiko kehidupan kita yang mungkin datangnya lebih cepat daripada yang kita inginkan….
  4. Fakta 100% bahwa saat menabung sejumlah uang kita harus membuat Perencanaan Keuangan Terpadu dan Managemen Resiko, untuk menjamin uang dan masa depan kita……
  5. 100% Fakta bahwa kita harus tetap hidup dan membiayai kehidupan kita, keluarga dan anak-anak meski di usia pensiun.
  6. Dengan dana yang kita miliki, kita dapat menyelenggarakan dan membantu Biaya Pernikahan untuk anak-anak kita.
  7. 100% Fakta bahwa ketika Resiko Kehidupan menghampiri kita setiap saat seperti Sakit, Kecelakaan, Di Panggil Tuhan dll kita telah menyiapkan dana tanpa harus membebani orang lain…atau pinjam bahkan jual aset yang kita miliki.
  8. 100% Fakta bahwa banyak orang bisa berlibur, jalan-jalan atau melakukan rekreasi di masa tuanya, karena mereka pintar mengelola dan meng-investasikan uangnya.100% Fakta bahwa kita harus menyediakan dana untuk keperluan jika sakit, apalagi kalau sakit parah seperti kanker dsb..
Dari Fakta fakta tersebut di atas sudah cukup sebenarnya untuk kita untuk segera membeli Asuransi sesuai kebutuhan kita. Namun saya coba katagorikan lebih simple menjadi 2 katagori untuk mempermudah pengelompokannya, katagori itu adalah :

 
1. Anda adalah orang yang ditakdirkan berumur PENDEK
Saya masih melihat di lingkungan sosial sekitar masih banyak orang yang kurang mempersiapkan financialnya dengan sungguh sungguh. Banyak kasus di mana keluarga yang ditinggal mati oleh kepala keluarganya, kehidupan financialnya menjadi kacau balau dan hanya tergantung dari uang pensiunan tiap bulan yang jumlahnya jauh dari cukup. Tidak ada yang bisa memprediksi umur manusia. Baik anda adalah seorang yang beriman, berilmu, laki laki perempuan, kaya atau miskin memiliki asuransi atau tida, tidak ada yang dapat menghindar dari resiko meninggal dunia pada umur pendek. Apalagi dengan pola makan, gaya hidup yang sekarang ini cendurung sangat mempengaruhi kesehatan seseorang. Di pedesaan masih banyak lansia yang umurnya bisa mencapai 70 th dan masih bekerja di ladang, namun di kota umur 60 sudah banyak yang terserang penyakit.
Kerabat atasan saya meninggal ketika sedang istirahat bermain tenis. Beliau meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak laki laki. Kebetulan dia adalah jemaat gereja setempat. Dari Gereja hanya di santuni sebesar Rp 2,4 juta, itu karena dia adalah anggota dari salah satu komisi di gereja tersebut, mungkin komisi yang dibentuk untuk mengurusi anggota yang meninggal dunia. Selebihnya hanya dikumpulan sumbangan ala kadarnya dari rekan rekan Gereja yang lain dan hanya sesaat setelah yang bersangkutan dikuburkan. Selebihnya? kami bantu dengan DOA. Setelah itu??
Seorang rekan ada yang meninggal di salah satu Rumah Sakit karena Kanker juga memperoleh santunan yang tidak begitu banyak dan bantuan ala kadarnya dari kerabat di kantor. Selain tidak meninggalkan santunan Asuransi, keluarga juga harus menyelesaikan biaya rumah sakit yang tidak murah.
Seorang rekan lain yang bekerja sebagai pegawai negri hanya memiliki Uang Pertanggungan seadanya dan hanya cukup untuk biaya penguburannya dan melunasi hutangnya di Bank saja, selebihnya anak anaknya yang sedang memasuki usia sekolah hanya bisa mengharapkan santunan dari Kakek dan Neneknya.
Yang paling menyedihkan kan adalah jika orang yang meninggal itu sebenarnya adalah seseorang yang sebenarnya mampu untuk membeli Polis Asuransi akan tetapi menunda untuk membelinya.
Jika Kepala Keluarga si pencari nafkah meninggal pada usia muda, beberapa kemungkinan yang terjadi:
  • Hilangnya sumber mata pencaharian keluarga
  • Istri harus menggantikan posisi suami untuk mencari nafkah, akibatnya perhatian untuk perkembangan anak- anak jadi berkurang
  • Anak anak tumbuh tanpa pengawasan orang tua dan jika tinggal di kota kota besar, bisa berdampak negatif karena dapat terjebak pada pergaulan bebas dan terbelit narkoba.
Alasan kenapa Anda harus membeli Asuransi Di USIA MUDA adalah :
  • Preminya pasti lebih murah, karena berdasarkan resiko yang ditanggung Perusahaan Asuransi lebih kecil
  • Kemungkinan tidak perlu medical Check Up
  • Peluang diterima akan jauh lebih besar
Tapi tolong diingat
  • Kematian tidak mengenal atau memandang usia
  • Kematian pencari nafkah tidak saja menghentikan penghasilan keluarga, tapi juga menimbulkan dampak lain
  • Asuransi jiwa tidak untuk menggantikan jiwa tertanggung (yang diasuransikan), tapi menggantikan pengahasilan yang hilang dari tertanggung.
2. Anda adalah orang yang ditakdirkan berumur PANJANG

Jika anda ditakdirkan berumur panjang, anda juga akan dihadapkan oleh masalah pengelolaan financial keluarga. Sesorang yang berumur melebihi usia produktifnya sebenarnya sangat membutuhkan asuransi untuk tetap menjamin gaya hidupnya. Oleh karena itu ketika mereka masih dalam keadaan usia produktif, mereka seharusnya bisa menysihkan sebagian dari penghasilannya untuk membayar premi, sehingga ketika pensiun, mereka bisa memperoleh santunan hingga usia tertentu.
Mungkin anda seseorang yang merasa lebih "elegan" jika menyiapkan aset untuk masa pensiun, membeli tanah dan menunggu harga meroket di tahun tahun kedepan. Atau lebih memilih untuk mengambil S2 karena bercita cita untuk berwiraswasta di bidang yang lebih spesifik atau mengambil studi di bidang hukum untuk dapat menjadi pengacara di mana marketnya sudah anda kenal sebelumnya semuanya dipersiapkan untuk mengantisipasi masa tua. Namun, sayan mengingatkan semua itu hanya bisa terwujud jika anda masih dalam keadaan sehat dan tidak keburu terserang penyakit Degradasi tubuh.
Ambilah polis asuransi ketika situasi masih memungkinan, sebab perusahaan-perusahaan, baik yang bersifat social oriented maupun profit oriented tidak akan mau menerima klien yang sudah sakit sakitan.
Jika anda yakin sekali (Terlalu Pede) akan diberikan umur panjang oleh Yang Maha Kuasa, dan selalu bisa mendampingi anak anak anda hingga kuliah nanti dan memperoleh pekerjaan, sebaiknya coba lihat fakta fakta berikut :
  • Jika Kondisi anda normal terus menerus seperti sekarang ini maka anda tidak perlu Asuransi
  • Jika ada jaminan tidka akan ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) asuransi tidak dibutuhkan
  • Jika Karier di pekerjaan naik terus dan gaji juga naik, uangnya lebih baik di tabung dan tidak perlu memiliki polis Asuransi
  • Jika tabungan sudah cukup banyak sehingga bisa menjamin kuliah anak, asuransi tidak diperlukan.
Namun jika situasinya tidak bisa dijamin seperti di atas, anda memerlukan asuransi. Untuk siapa? tentunya untuk orang orang yang anda cintai terlepas anda masih berikan umur panjang atau tidak.
-