Dalam kehidupan sering kita merasakan ataupun melihat senangnya menjadi orang kaya, menjadi orang yang mempunyai jabatan tinggi ataupun membayangkan diri kita mempunyai segalanya seperti tetangga, teman ataupun orang yang telah sukses. Sebenarnya apa yang kita lihat adalah masa sekarang masa dimana kita masih mempunyai potensi untuk menghasilkan sehingga tidak salahnya kita mempunyai acuan dalam kehidupan, namun pernahkah kita melihat orang yang tadinya kaya, punya jabatan, sehat, dan punya segalanya jatuh karena mereka tidak bisa atau tidak tahu bagaimana mengatur keuangan mereka.
Jadi bagaimana sebenarnya kita dan apa yang harus kita lakukan, konsep dasarnya adalah capailah tujuan anda selagi mempunyai potensi dan buatlah perencanaan keuangan yang baik agar dimasa-masa resiko datang anda telah mempersiapkan segalanya.
Apa saja yang termasuk dalam resiko dalam kehidupan, sebenarnya resiko tersebut sudah sering kita dengar dan kita paham betul namun karena kita selalu menilai uang sekarang lebih berarti daripada yang akan datang, kita selalu ingin menikmati uang yang kita peroleh itu sekarang tanpa memperhitungkan masa-masa yang akan datang yang mungkin resiko akan datang.
Mari kita lihat lagi dan kita renungkan resiko-resiko yang pernah kita ketahui;
- Meninggal dunia, resiko yang tidak akan pernah kita ketahui kapan akan terjadi
- Kecelakaan, resiko yang sama dengan point 1, dimana hanya Tuhan yang mengetahui Nya.
- Sakit, resiko ini bisa kita deteksi dg merasakan suhu tubuh kita ataupun anggota tubuh yg kita rasakan.
- Cacat, resiko ini akibat dari kecelakaan ataupun sakit
- PHK, ini resiko yang mempunyai 2 arti, yang pertama jika kita diberhentikan oleh perusahaan dimana kita bekerja dikarenakan perusahaan bangkrut ataupun karena kondite kerja kita yg tidak baik ( yg lebih parah jika atasan tidak suka sama kita....yg membuat kita utk keluar) ataupun yang kedua, kita yang keluar dari perusahaan karena mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau mencoba menjadi pengusaha.
- Pensiun, resiko yang dapat diprediksi waktunya sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku, pada umumnya antara 55-68, kecuali pensiun dini yang ditawarkan perusahaan dimulai usia 40 sampai menjelang pensiun normal.
Benar bukan resiko diatas pernah dan mungkin sering kita dengar, bagaimana menghindari resiko tersebut ? jawabanya “ TIDAK BISA” , resiko tersebut tidak bisa dihindari namun bisa kita minimalisir terutama dalam perencanaan keuangan keluarga kita. Dan biasanya kita takut jika berhadapan dengan seorang Pengelola keuangan ( takut disuruh beli....), seorang pengelola keuangan yang baik adalah seorang yang membantu kita dalam membuat dan merancang keuangan keluarga kita demi masa depan keluarga kita. Urusan akan kita ambil atau tidaknya manfaat tersebut tergantung dari kacamata kita dalam melihat kehidupan kita dalam menghadapi resiko diatas. Beberapa contoh yang coba saya berikan kapan sebenarnya kebutuhan itu timbul,
- Di saat kita akan mensekolahkan anak kita, biasanya yang kita lakukan jika kita tidak melakukan perencanaan keuangan adalah kita mulai kasak kusuk mencari pinjaman dimulai dari teman, saudara ataupun meminjam KTA ( kredit tanpa anggunan) ke Bank dan koperasi perusahaan, dan ada juga yang sampai menjual harta bendanya coba kita bayangkan berapa mahalnya uang masuk sekolah saat ini dimulai dari TK sampai universitas, saat ini saja kebutuhan seseorang dalam membiayai anak untuk menyelesaikan diperguruan tinggi negeri saja sudah mencapai 50 juta rupiah ?? bagaimana dengan 5 tahun kedepan.
- Sakit, jika kita atau keluarga kita sakit, pada saat masih bekerja memang masih menjadi tanggungan perusahaan, tapi bayangkan jika pada saat kita tidak bekerja karena kena PHK ataupun karena kita PENSIUN ?? sering dan banyak terjadi penyakit datang di saat kita pensiun ?? apakah pernah terpikirkan oleh kita, bagaimana membiayai perawatan kesehatan anda setelah pensiun, dan kita juga mengetahui betapa mahalnya biaya perwatan di rumah sakit, untuk biaya suatu operasi ringan saja sudah memakan biaya Rp. 15 juta, bagaimana dengan biaya ditahun-tahun yang akan datang, pernahkah anda tahu jika biaya kesehatan dan obat2an kenaikannya melebihi dari inflasi.
- Pensiun, pernahkah anda bertanya pada bagian HRD, berapa jumlah uang yang akan anda terima jika anda pensiun ?? dan pernah anda menghitung kira2 jika anda pensiun nanti berapa banyak kebutuhan yang harus kita persiapkan? Masih berapa tanggungan yang harus kita biayai sampai dengan kita telah pensiun ( biasanya masih ada 1 sampai 2 anak yang masih harus kita biayai ). Perhitungan yang mudah anda dapat melihat diperaturan tenaga kerja yaitu UU no. 13 th 2003. Dan mungkin yang anda harus tanyakan juga apakah perusahaan tempat kita bekerja telah mencadangkan uang untuk pensiun kita atau sebagai uang pesangon kita sesuai dengan ketentuan Pedoman standard akuntansi ( PSAK 23 ), karena bisa saja tempat kita bekerja mengalami resiko kebangkrutan dan tidak dapat membayarkan pesangon atas diri kita.
- Cacat, resiko ini bisa disebabkan karena kecelakaan ataupun karena sakit ( stroke ), resiko ini pun ada dalam ketentuan perusahaan dan ketentuan pemerintah ( UUTK 13/2003 ), intinya selama kecacatan tersebut tidak mempengaruhi dan masih dapat bekerja akan terus di pakai oleh perusahaan, namun jika sudah permanent dan melebihi dari 3 bulan sakit mungkin kita akan diminta untuk mengundurkan diri, coba bayangkan siapa yang akan membiayai kehidupan keluarga kita jika kitalah sebagai pencari nafkah tunggal
Apa yang harus kita lakukan saat ini ;
- Mulailah menyisihkan sebagian dari pendapatan kita kedalam beberapa jenis investasi ( Bank, emas, saham, dan Asuransi ), hindari janji-janji investasi yang memberikan hasil atau bunga begitu besar
- Mulailah membuka wacana baru dengan memulai suatu usaha sebagai persiapan pensiun ( kita dapat bekerjasama dengan pasangan hidup kita untuk menjalaninya ) karena kebanyakan dari kita memulai usaha pada saat setelah ataupun menjelang akan pensiun, hal ini mengakibatkan kegagalan karena sebagian besar dari kita hanya bekerja dibelakang meja yang sedikit paham akan peluang usaha ( 70 % menjadi bangkrut )
Mulai darimanakah kita berinvestasi ;
- Hitunglah berapa jumlah aset kita yang kita miliki jika terjadi resiko kepada diri kita, setelah itu mulailah berfikir untuk berinvestasi ( jangan berinvestasi pada suatu aset yang susah untuk dijual / kurang likuid jika kita membutuhkan sewaktu2 ), jenis investasi ;
- Bank, perlu diketahui bank memang tempat berinvestasi yang sangat sering kita jumpai namun jika saldo anda kurang dari 6 juta maka dana kita akan berkurang, karena ada unsur biaya dan pajak atas bunga dalam perbankan. Berinvestasilah pada dunia perbankan hanya untuk dana emergency saja. Dan karena bank mempunyai fasilitas ATM sehingga sangat konsumtif, kita sering melirik dan tergiur untuk menggunakannya.
- Asuransi, sebenarnya asuransi adalah tempat yang tepat untuk meminimalisasi atas resiko- resiko diatas, karena dalam asuransi terdapat unsur proteksi atas jiwa dan tabungan, kita ambil contoh;
i. Asuransi jiwa, asuransi ini asuransi yang mengcover perlindungan atas jiwa apabila terjadi resiko meninggal dunia, tujuannya adalah sebagai tambahan aset keluarga anda, contoh jika ikut asuransi jiwa umur 28 tahun dengan iuran pertahunnya 3 jutaan, maka jika terjadi sesuatu keluarga akan mendapatkan 1 Milyar rupiah.
ii. Asuransi Pendidikan Anak, dalam hal ini asuransi akan membiayai pendidikan anak kita sesuai waktu yang telah kita tentukan, ada atau tidaknya kita dalam kehidupan keluarga, asuransi pendidikan ini akan tetap berjalan dan membiayai anak kita sampai selesai pendidikan terakhirnya ( Universitas )
iii. Asuransi Kesehatan, asuransi yang mengganti biaya perawatan atas Rumah sakit, kadangkala kita tidak mau mengambil program ini karena merasa sudah dibayai oleh perusahaan, namun jika kita baru membeli asuransi kesehatan pada usia setelah pensiun, perusahaan asuransi kemungkinan tidak mau mengcover atau membiayai karena faktor usia kita yang identik dengan resiko atas terkena penyakit, jikapun ada pastinya premi yang dibayarkan sangat tinggi, padahal sekarang perusahaan asuransi akan membiayai kita apabila kita telah di biayai oleh perusahaan ( double cover dengan melampirkan copy atau bukti atas biaya perawatan yang di endorse oleh rumah sakit )
iv. Asuransi Tabungan, ini adalah asuransi yang mempunyai unsur tabungan dan proteksi atas jiwa, dimana jika kita masih sehat sesuai jangka waktu yang telah kita tentukan kepada pihak asuransi dana yang kita tabung dapat kita gunakan sesuai kebutuhan kita, ataupun jika dipertengahan program asuransi dana tersebut dapat juga kita ambil sebagian.
- Emas, saham dan obligasi, telitilah dalam memilih suatu perusahaan sekuritas atau pialang yang legal dan minim akan biaya administrasinya, berinvestasi disini sangat menarik karena memberikan keuntungan yang relatif besar namun berisiko tinggi jadi sesuaikanlah dengan profile diri anda dalam melakukan transaksi didunia ini.
- Rumah, Tanah dan Mobil, janganlah berinvestasi disini terlebih dahulu jika belum memiliki instrumen investasi diatas, jika kita memang sudah memiliki satu rumah, satu mobil namun belum memiliki instrumen investasi diatas tolong pikirkan kembali karena berinvestasi disini ada kemungkinan kurang likuid dan ada unsur depresiasi atas barang tersebut, ambil contoh kita dalam membeli rumah untuk disewa kita butuh perbaikan, kita akan membayar PBB dan iuran yang lainnya ataupun jika kita memiliki banyak mobil tentu harga mobil mempunyai penurunan harga yang sangat tinggi terutama untuk mobil-mobil eropa.
- Tabungan Pensiun / Dana Pensiun Lembaga Keuangan ( DPLK ) ataupun tabungan pesangon, mulailah meminta kepada perusahaan kita bekerja untuk memiliki program ini karena dengan adanya program ini perusahaan akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya iuran perusahaan dianggap sebagai pengurang pajak dan untuk diri kita sendiri menjadi aman karena kita mengetahui dengan pasti bahwasanya perusahaan telah mempunyai program pensiun untuk hari tua kita.
- Mulailah mencari peluang usaha atau bisnis yang sesuai dengan kita, namun jangan kita keluar dari pekerjaan sekarang sebelum benar-benar usaha tersebut menghasilkan, ajaklah pasangan hidup kita untuk dapat menjalankan usaha kita, dalam artian jika kita masih bekerja sehingga pasangan kita yang dapat menjalankannya atau jika terjadi resiko terhadap diri kita, pasangan hidup kita lah yang akan menjalankan. ( BERIKANLAH WACANA bagi pasangan hidup kita untuk dapat berpikir dan bersosialisasi, jangan biarkan mereka hanya dirumah saja karena kemungkinan terbesar jika terjadi resiko atas diri kita dan pasangan hidup kita tidak paham dalam berusaha dan bekerja maka rusaklah rencana hidup yang telah anda bayangkan untuk keluarga anda )
Dan terakhir sebagai penutup bahwasanya ada 3 hal yang tidak akan pernah “KEMBALI “
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan
Semoga menjadi renungan kita bersama dan menjadikan wacana bagi saya untuk dapat bertemu dengan Anda untuk membicarakan hal-hal diatas